Kurs Rupiah Melemah Penyebabnya Kebijakan Baru Trump Ekonomi

4 min read

Kurs rupiah melemah menurut kabar terbaru pada 9 Januari 2025 karena pengaruh kebijakan baru diterapkan Trump. Trump yang kembali terpilih sebagai pemimpin negara Paman Sam itu mencoba untuk menerapkan kebijakan dalam dunia pasar uang di awal tahun ini.

Hal ini membuat kondisi pasar jadi sangat terpengaruh mengingat AS Dollar adalah kiblat utama bagi negara-negara lain. Bahkan bagi Indonesia sendiri yang menggantungkan nilai mata uang Rupiah pada apa saja yang coba diterapkan Amerika Serikat.

Kurs Rupiah Melemah Akibat Kebijakan Trump mengenai Darurat Nasional

kurs Rupiah melemah akibat dari kebijakan terbaru mengenai penaikan tarif pajak Amerika Serikat yang dilakukan oleh Trump di ekonomi global ini.

Amerika Serikat menjadi negara paling berpengaruh terhadap berbagai negara di sekelilingnya terutama dalam hal pasar ekonominya. Kerjasama baik itu ekspor dan impor akan sangat ditentukan olehnya. Sehingga dengan adanya rencana pelaksanaan kebijakan kenaikan tarif impor jadi hal serius.

Apalagi bagi nilai mata uang Rupiah yang termasuk tidak begitu kuat dan sangat ditentukan oleh para investor dari luar. Namun, jika terlaksana kebijakan darurat nasional oleh Trump tersebut maka secara tidak langsung akibatkan penurunan kurs rupiah melemah terhadap Dollar AS.

1. Bagaimana Penerapan Darurat Nasional Trump Terhadap Tarif Pajak

Presiden Amerika Serikat terpilih Trump baru-baru ini hendak mendeklarasikan darurat nasional di negaranya. Hal itu dilakukan diduga guna demi meningkatkan tarif impor untuk semakin menguatkan nilai Dollar AS di Tahun 2025 ini.

Yang memang pada tujuan utamanya tentu ingin memperkuat nilai mata uangnya sendiri dan secara otomatis nilai mata uang negara lain akan terpengaruh akibat hal ini. Termasuk Indonesia sangat bergantung dengan adanya pemasukan dari impor dan ekspor.

Akhirnya mulai kurs rupiah melemah dan alami kekhawatiran terjadinya inflasi akibat kebijakan tersebut. Sehingga sederet pengamatan pasar terus dilakukan mengenai apa akibat dari kebijakan tersebut jika benar dilaksanakan dan harus melakukan langkah bagaimana.

2. Laporan Rupiah Berpotensi Terus Menurun

Pada Kamis, 9 Januari 2025 diketahui berdasarkan laporan pasar nilai Rupiah alami penurunan sebesar 6 poin. Dengan nilai capai Rp. 16.211 atau setara 0,04 persen dari data sebelumnya capai Rp. 16.217 per Dollar AS.

Kurs rupiah melemah ini menjadi sinyal bahaya di awal tahun yang tentu harus berhati hati. Membuat posisinya kini semakin terancam apabila kebijakan Trump benar dilaksanakan. Lantaran para investor yang akhirnya akan lebih mengantisipasinya dengan memilih nilai mata uang lebih kuat.

Dalam hal ini Dollar AS tentu sangat diuntungkan karena akan semakin menguat. Namun, begitu juga ada akibat buruk bagi negara-negara lainnya dalam pasar mata uang dunia.

3. Kekhawatiran Inflasi Lebih Cepat

Dengan isu akan dilaksanakan darurat nasional tersebut juga membuat para ahli mencoba melihat akibat lainnya mungkin saja mampu terjadi. Selain kurs rupiah melemah ternyata disisi lain ada ancaman lebih menakutkan dengan mampu mempercepat inflasi.

Terutama dengan adanya tarif perdagangan jauh lebih tinggi sehingga inflasi lebih cepat terjadi. Karena secara otomatis jika terjadi secara terus menerus maka nilai mata uang negara menjadi lemah dan turun drastis terjadinya inflasi lebih besar.

Terutama jika kebijakan Trump ini terus menerus dilakukan mempengaruhi pasar pada negara produsen. Seperti negara China, Kanada, dan Meksiko akan alami tekanan aktivitas produksi terjadi terlalu menurun pada akhirnya.

Sehingga kurs rupiah melemah disini juga ikut terdampak akibat dari perlambatan ekonomi global terjadi secara nyata. Berbagai tarif akan mulai saling berperang dan mencoba mengukuhkan posisinya hingga pasar membutuhkan perlindungan lewat Dollar AS.

4. Akibat Bagi Indonesia dan negara BRICS

Seperti yang diketahui baru-baru ini Indonesia resmi bergabung dengan BRICS (Brazil, Russia, India, China, dan Afrika Selatan). Yang tentu diharapkan sebelumnya akan semakin mampu mendongkrak nilai mata uang negara di pasar lebih luas bersama negara besar tersebut.

Namun, diketahui dari para ahli menilai aliansi ini belum mampu memberi dampak begitu signifikan bagi Indonesia. Kembali lagi jika kebijakan Trump itu dilaksanakan maka, China juga  merasakan dampak cukup signifikan.

Pada akhirnya membuat kurs rupiah melemah dari waktu ke waktu meski sudah tergabung dalam BRICS. China menjadi negara besar dan sangat mempengaruhi perekonomian global dengan barang ekspornya juga akan mengalami perlambatan nantinya.

Di samping masalah utamanya berasal dari kebijakan tarif meningkat dari Amerika Serikat. Nyatanya terjadinya perang antara AS-China juga mampu merubah kondisi stabilitas ekonomi global. Terlebih Trump juga menegaskan ancamannya kepada negara BRICS mencoba dedolariasasi.

Sehingga kestabilan kondisi ekonomi negara-negara seperti Indonesia tidak dapat terhindarkan kembali. Sehingga kekhawatiran akan semakin melemahkan nilai mata uang itu nyata terjadi dalam waktu terdekat jika pemerintah tidak kunjung lakukan langkah antisipatif.

Karena pada dasarnya diperlukan deretan pencegahan secara nyata jauh sebelumnya untuk antisipasi kebijakan Trump tersebut. Kestabilan global begitu terancam akibat dari hal tersebut sebabkan kurs rupiah melemah di waktu terakhir ini.

You May Also Like